Kamis, 09 Oktober 2014

Pertemuan-2 : MANAJEMEN PEMASARAN



MANAJEMEN PEMASARAN


                        Definisi dari manajemen pemasaran is the process of planning and executing the conception, pricing, promotion, and distribution of ideas, goods, and services to creat exchanges that satisfy individual and organizational goals (adalah proses, perencanaan, dan pelaksanaan pemikiran, penetaspan harga, promosi serta penyaluran gagasan, barang dan jasa yang menciptakan pertukaran yang dapat memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi).” Kotler @ 1997 ; 14
                        Manajemen pemasaran di dalam organisasi/perusahaan pada dasarnya adalah untuk memenuhi permintaan baik bagi perusahaan itu sendiri untuk memenuhi kebutuhan produksi maupun permintaan dari konsumen. Tugas manajer pemasaran adalah melakukan penelitian pemasaran, perencanaan pemasaran, penerapan dan pengawasan pemasaran. Dalam perencanaan pemasaran para pemasar harus membuat keputusan tentang pasar target, ciri-ciri khusus pasar, posisioning produk di pasar, pengembangan produk, penetuan harga, saluran distribusi, dan komunikasi dan promosi.
                        Manajemen pemasaran  sesungguhnya adalah manajemen permintaan. Jenis-jenis permintaan yang dihadapi di pasar, yaitu :
1)  Permintaan negatif (Negative demand) ; yaitu kondisi dimana produk sudah tidak disenangi lagi .
2)  Permintaan Nol (No demand) ; yaitu produk tersebut tidak diminati di pasar. Ini dapat terjadi karena produk tersebut :  Tidak ada nilainya, tidak ada di pasar, tidak dikenal oleh pasar.
3)  Permintaan yang terpendam/tersembunyi (Latent demand) : yaitu keinginan konsumen terhadap suatu produk yang tidak terdapat di pasar.
4)  Permintaan menurun (Declining demand) : yaitu permintaan produk semakin berkurang di pasar.
5)  Permintaan Tak beraturan (Irregular demand) : yaitu permintaan yang bervariasi / fluktuasi, misalnya  akibat dari suatu musim / waktu,
6)  Permintaan penuh (Full demand) : yaitu kondisi dimana penjual dan pembeli sama-sama merasa puas.
7)  Permintaan berlimpah (overfull demand) : yaitu  dimana perusahaan tidak dapat memenuhi semua permintaan konsumen di pasar.
8)  Permintaan tak bermanfaat (faltering demand) : yaitu  permintaan konsumen tidak sesuai cengan harapan.
9)  Permintaan tidak sehat /membahayakan(Unwholesome demand) : yatu permintaan akan produk yang tidak sehat (rokok, alkohol dll).

B.   ORIENTASI PERUSAHAAN TERHADAP PASAR.
Sebagai falsafah dalam Manajemen Pemasaran terdapat lima konsep sebagai pedoman, yaitu :

1.       Konsep Produksi (The Production concepts)
Yaitu perusahaan akan berupaya menghasilkan produk sesuai dengan permintaan, karena konsumen menyukai produk yang tersedia di banyak tempat dan murah harganya. Di sini perusahaan akan menawarkan produk dengan mencapai tingkat efisiensi yang tinggi dan distribusi yang luas agar dapat memenangkan persaingan.

2.       Konsep Produk (Product concepts)
Yaitu konsumen akan lebih menyukai produk yang kualitas, model dan bentuknya baik, oleh karenanya manjemen /perusahaan berusaha untuk mengembangkan produk tersebut. Namun pengembangan produk yang terus-menerus akan melupakan kebutuhan dan keinginan konsumen yang sebenarnya.

3.       Konsep Penjualan (The Selling concepts)
Yaitu mengasumsikan bahwa konsumen malas dan enggan untuk membeli, untuk itu perlu didorong. perusahaan harus melakukan usaha penjualan dan promosi yang agresif terhadap konsumen agar mau membeli, sehingga usaha-usaha penjualan dan promosi dikembangkan lebih baik lagi. Konsep ini ditujukan bagi produk yang belum  atau tidak terpikirkan oleh konsumen untuk dibeli.

4.       Konsep Pemasaran (Marketing concepts).
Yaitu anggapan manajemen pemasaran bahwa kunci pencapaian tujuan organisasi adalah menjadi lebih efektif daripada pesaing dalam memadukan kegiatan, yang meliputi penentuan kebutuhan pasar sasaran dan usaha untuk memenuhinya lebih baik dari para pesaing. Konsep ini dimulai dengan penentuan kebutuhan dan keinginan konsumen, kemudian memuaskannya sehingga perusahaan mendapatkan keuntungan.

Empat pilar sandaran konsep pemasaran :
(1). Pasar Sasaran,                          (3). Pemasaran Terintegrasi,
(2). Kebutuhan Pelanggan,                       (4). Profitabilitas.

Perbandingan konsep Penjualan dan Pemasaran :
Text Box:












Pemasaran Terintegrasi (Integreted Marketing) :
§  Semua departemen dalam perusahaan bekerjasama melayani kepentingan  pelanggan.
§  Sayangnya tidak semua pegawai terlatih dan termotivasi untuk bekerja demi kepentingan pelanggan.
§  Ada 2 tahap dalam pemasaran terpadu :
a).  Berbagai fungsi dalam perusahaan (tenaga penjualan, periklanan, manajemen produk, riset pemasaran dll) harus bekerja secara terpadu.
b).  Pemasaran harus dikoordinasikan dengan baik dengan bagian-bagian lain dalam perusahaan sebagai suatu tim guna memenuhi kepuasan pelanggan.
§  Perlu diterapkan pemasaran External Marketing dan Internal Marketing. Singkatnya semua personil mulai dari Top Manajemen sampai dengan karyawan garis depan adalah marketer dan harus berorientasi pada kepuasan pelanggan.

Bagan organisasi Modern Berorientasi Pelanggan sebagaimana Gambar  (b) di bawah ini :

Text Box:












5.       Konsep Pemasaran Kemasyarakatan (Societal Marketing Concepts).
Pemasar membangun pertimbangan sosial dan etika dalam praktik pemasaran. Menyeimbangkan/menyelaraskan tiga faktor : laba perusahaan (Company profit), Kepuasan Konsumen (Customer satisfaction), dan Kepentingan Umum (Public intrest).


C. CUSTOMER SATISFACTION MELALUI QUALITY, SERVICE, and VALUE :

1.   Pelanggan adalah pihak yang memaksimumkan nilai (“Customer are value-maximizer”). Mereka membentuk harapan (expectations) dan bertindak berdasarkan harapan itu. Pembeli akan membeli produk dari perusahaaan yang menawarkan nilai tertinggi yang diberikan kepada pelanggan, yaitu selisih antara Total Customer Value and Total Customer Cost. Dengan demikian produsen/penjual harus juga mempertimbangkan Value dan Cost yang ditawarkan oleh pesaing. Para produsen/penjual yang berada pada posisi yang kurang menguntungkan dari segi nilai yang diberikan kepada pelanggan dapat mencoba :            
(1).   meningkatkan jumlah nilai tersebut, dengan cara ; meningkatkan manfaat produk, pelayanan, staf, dan/atau citra yang ditawarkan.
(2)    atau mengurangi jumlah biaya bagi pelanggan.
Penentu Nilai yang diterima Pelanggan
 Tergambar di bawah ini :
Text Box:













2.   Kepuasan konsumen merupakan fungsi dari kenyataan kinerja produk (product’s percieved performance) dan harapan pembeli (buyer’s expectations). Menyadari bahwa kepuasan yang tinggi akan mendorong kesetiaan yang tinggi pula, sehingga banyak perusahaan kini mengarah pada TCS (Total Customer Satisfaction). Kepuasan pelanggan merupakan sasaran sekaligus alat pemasaran bagi perusahaan yang berfokus pada pelanggan. Filosofinya ; “Berikan kepuasan pelanggan yang tinggi, asalkan juga dapat memberikan setidaknya tingkat kepuasan yang dapat diteriman oleh pihak-pihak lain yang berkepentingan (termasuk : karyawan, penyalur, pemasok, dan pemegang saham) sesuai dengan batasan jumlah sumber daya”.


3.   Perusahaan kuat mengembangkan kemampuan teknologinya yang lebih unggul dalam mengelola 4 (empat) proses utama usaha, yaitu :
(1). Proses realisasi produk baru (the new-product realization process),
(2). Proses manajemen persediaan (the inventory management process),
(3). Proses penerimaan pesanan sampai penerimaan tagihan (the order-to-remitance process), dan
(4). Proses pelayanan pelanggan (the customer services process).
Dengan mengelola proses utama ini secara efektif, berarti menciptakan jaringan pemasaran (marketing network) dimana perusahaan bekerjasama secara erat dengan semua pihak dalam rantai produksi dan distribusi, mulai dari pemasok bahan sampai dengan distributor pengecer.

4.   Kehilangan pelanggan yang menguntungkan dapat mempengaruhi laba perusahaan secara dramatis. Biaya menarik pelanggan baru diperkirakan 5 x biaya mempertahankan pelanggan yang ada. Karenanya, tugas utama pemasar adalah mempertahankan pelanggan (Customer retention).. Kuncinya : “Pemasaran berdasarkan hubungan (Relationship Marketing)”. Untuk memuaskan pelanggan, pemasar dapat menambahkan manfaat keuangan atau sosial dari produk, dan/atau menciptakan ikatan struktural di antara mereka dan pelanggan mereka.
Text Box:













5.   Kualitas adalah keseluruhan ciri dan sifat dari produk  atau jasa, yang mempengaruhi kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan (tersurat dan tersirat). Tidak ada pilihan bagi perusahaan masa kini, selain mengimplementasikan program Total Quality Management jika mereka ingin mempertahankan solvabilitas dan profitabilitas.

6.   Manajer Pemasaran pada perusahaan yang berpusat ”kualitas” mempunyai 2 (dua) tanggungjawab :
(1). Harus berpartisipasi dalam merumuskan strategi dan kebijakan untuk menjadikan perusahaan unggul dalam persaingan, melalui total quality excellence.
(2).   Harus memberikan kualitas pemasaran sekaligus kualitas produksi (delivered marketing quality along-side production quality).          Setiap kegiatan pemasaran (riset pamasaran, pelatihan penjualan, periklanan, pelayanan pelanggan, dsb) harus dilaksanakan dengan standar tinggi. Dalam semua kegiatan ini, pemasar harus bekerjasama dengan departemen/bagian lain dalam perusahaan.

REFERENSI :
Philip Kotler, Manajemen Pemasaran (analisis, perencanaan dan pengendalian), Erlangga, 1997.
Philip Kotler, Marketing Management, Prentice Hall, 1997.
Phillip Kotler, Dasar-dasar Pemasaran, Prehnhallindo, 1997.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar