UNDERSTANDING THE MARKETING
MANAGEMENT
|
|
A. BISNIS DALAM EKONOMI
GLOBAL
1.
The Global Economy (Ekonomi Global ):
Ekonomi
dunia telah mengalami perubahan radikal dalam dua dasawarsa terakhir. Jarak
geografis dan budaya telah menyempit dengan muculnya pesawat udara, mesin fax,
sambungan telepon, dan komputer global serta siaran TV Satelit.
Kemajuan-kemajuan ini memungkinkan perusahaan untuk memperluas pasar dan sumber
pasokan mereka. Dulu banyak perusahaan AS (diantaranya Chryster) yang membuat
mobil dengan komponen yang sebagian besar besar di beli di AS dan menjual
mobilnya di AS. Kini perusahaan AS tersebut memesan komponennya dari pemasok di
Jepang, Korea, Jerman, dll serta menjual mobilnya ke seluruh dunia.
Di samping usaha mencari pasokan
komponen, bahan baku, dan barang-barang dari luar negeri, banyak perusahaan AS
berusaha menjual barang mereka ke luar negeri. Namum mereka menyadari bahwa
jika ingin berhasil, mereka tidak dapat melakukan hal itu seorang diri. Karena
itu mereka menggalang aliansi strategis dengan perusahan-peruasaan asing
bahkan kadang-kadang dengan pesaing yang bertindak sebagai pemasok, penyakur,
rekan teknis atau rekan usaha patungan. Semua ini menunjukkan bahwa kita sedang
menyaksikan beberapa aliansi yang mengherankan di antara pesaing-pesaing
internasional.
Lebih jauh lagi, revolusi dalam bidang
telekonmunikasi telah mendorong 6 pemain utama dunia untuk bersekutu. Apple
Computer, AT&T, Matsushita Electric Ind, Motorola, Philips, dan Sony telah
memulai General Magic untuk menghasilkan dua standar telekomunikasi bagi
teknologi komputer generasi mendatang; Sistem operasi independen yang dirancang
khusus untuk berhubungan dengan setiap aplikasi komputer yang ada dan sebuah
bahasa pemprograman untuk komputasi mobil (mobile computing).
Pada
saat yang sama pasar global berkembang, blok-blok perdagangan regional juga
muncul. AS menandatangani perjanjian perdagangan Amerika Utara/North
American Free Trade Agrement (NAFTA) dengan Kanada dan Maxico. Akhirnya,
belahan bumi barat mungkin akan memainkan peran sebagai blok perdagangan
tunggal, yang memberikan preferensi atas barang-barang yang dihasilkan dalam
wilayah tsb. Uni Eropa yang terdiri dari 15 negara dengan 340 juta konsumen
sedang menghapus penghalang perdagangan internal dan menetapkan standar dan
peraturan bersama. Pasar ini lebih besar daripada AS. Sementrara itu Jepang dan
negara-negara timur jauh sedang merintis blok perdagangan di wilayah tsb, yang
memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi. Jelas lah peta ekonomi dunia sedang
berubah dengan cepat.
2.
Kesenjangan Pendapatan :
Kesenjangan antara negara kaya dan
miskin terus meningkat. Banyak negara miskin menekan negara kaya untuk membuka
pasar mereka, namun negara kaya menetapka tarif dan kuota untuk melindungi
industri dan Tenaga Kerja dalam
negerinya.
Dua solusi utk membantu merapatkan
kesenjangan :
1.
Perdagangan
imbal beli
(Countertrade); yang memungkinkan negara miskin membayar barang
dengan barang atau jasa lain sebagai pengganti uang.
2.
Memeberikan
lebih banyak untuk yang lebih sedikit (providing “more for less”). Pengecer terbesar AS
Wal-Mart menjadi pemimpin pasar berdasarkan dua prinsip yang ditulis dengan
huruf besar di setiap tokonya : “Kepuasan dijamin” dan “Kami menjual lebih
murah”. Pelanggan yang masuk ke Wal-Mart disambut oleh seorang penerima tamu
yang ramah, dan menemukan banyak barang yang bermutu dengan “harga murah setiap
hari”. Prinsip yang sama menjelaskan pertumbuhan pesar perkulakan dan jaringan
toko diskon.
3.
Kemajuan Teknologi :
Kemajuan pesat dalam teknologi
komputer, telepon, dan tV serta perpaduan teknologi ini, telah memberikan
dampak besar terhadap cara perusahaan menghasilkan dan memasarkan produk
mereka.
B.
RUANG LINGKUP PEMASARAN
1. PENGERTIAN PEMASARAN
Banyak
istilah pemasaran yang ada, menurut William J Stanton : “Pemasaran adalah suatu
sistem keseluruhan dari kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan,
menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang
memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli yang
potensial”.
Pengertian
pemasaran yang paling umum adalah :
“Marketing is a social and
managerial process by which individuals and groups obtain what they need and
want through creating, offering, and exchanging product of value whit others”.
(Pemasaran adalah proses sosial dari kegiatan seseorang atau lembaga untuk
memenuhi kebutuhan dan keinginan pasar
individu dan kelompok akan suatu barang melalui konsep pertukaran).
(Kotler, 1997, page 9)
Pengertian dasar ini memberikan
beberapa konsep utama (core concepts), yaitu : konsep kebutuhan
(needs), keinginan (want) dan produk (barang, jasa, dan gagasan),
nilai (value), biaya (cost), kepuasan, pertukaran dan konsep pasar.
Kebutuhan
Keinginan
Permintaan
|
Pasar dan
pemasar
|
produk
|
Nilai dan
kepuasan
|
Jual -beli dan
transaksi
|
2. KONSEP
KEINGINAN, KEBUTUHAN DAN PERMINTAAN :
Pada
dasarnya setiap manusia mempunyai kebutuhan (needs) dan keinginan (wants),
Manusia butuh makan-minum dan juga ingin makan dengan daging. Setiap manusia
memiliki cara yang berbeda-beda untuk memuaskan kebutuhan dan keinginannya itu,
ada yang butuh pakian dipenuhi dengan kain sarung, kemeja dan lain-lain sesuai
dengan adat istiadat. Kebutuan manusia terbatas, yaitu apabila telah terpuaskan
atau terpenuhi akan reda, namun keinginan manusia sangatlah banyak dan
terus-menerus dibentuk oleh berbagai kekuatan di sekitarnya.
Dengan demikian, dapatlah dibedakan antara
kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan (human
needs) “is a state of deprivation of some basic satisfaction (adalah
suatu ketidakberadaan kepuasan dasar)”.
Keinginan (wants) “are
desires for specific satisfiers of needs (adalah hasrat untuk memperoleh
pemuas-pemuas kebutuhan yang spesifik/lebih mendalam}”. Untuk memenuhi
kebutuhan dan keinginan manusia, mereka harus mendapatkannya dengan cara, di
antaranya dengan membeli. Dengan demikian mereka meminta akan suatu barang/jasa
kepada pember/penyedia jasa dengan membeli.
Permintaan (demands) “are
wants for spesific products that are backed by an ability and willingness to
buy them (adalah keinginan terhadap produk-produk tertentu yang didukung
oleh suatu kemampuan dan kemauan untuk membeli produk)”.
3.
PRODUK (Barang, Jasa, dan Gagasan) :
Untuk memenuhi/memuaskan kebutuhan dan
keinginan manusia, dapat diwujudkan dengan Produk. Produk sering kita artikan
sebagai barang/output/sesuatu yang dihasilkan oleh produsen/perusahaan yang
ditawarkan kepada masyrakat untuk dibeli/konsumsi. Jadi suatu produk adalah
:”is anything that can be offered to satisfy a need or want (Segala
sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk memuaskan kebutuhan dan
keinginan)”. Produk dapat dibedakan atas produk fisik/berwujud yang disebut
barang dan non fisik/tak berwujud atau jasa. Disamping itu, manusia dapat
memperoleh manfaat dari sarana lain Contoh: Untuk restoran siap saji
menyediakan barang (Humberger, kentang goreng, dsb), jasa (berupa ; jasa
memasak, penyediaan tempat duduk, dll), gagasan (“menghemat waktu”).
Sebuah gereja menyediakan
lebih sedikit barang fisik (anggur/roti) lebih banyak berupa jasa (khotbah,
pelajaran menyanyi, dan konsultasi), dan gagasan (persaudaraan atau
penyelamatan).
4.
NILAI, BIAYA, DAN KEPUASAN.
Manusia akan memilih barang yang dapat memberikan manfaat/dapat
memusakan yang paling optimal baginya.
Dari produk yang ada, yang dipilih itu adalah produk yang memberikan
manfaat/kepuasan yang mempunyai nilai di antara produk-produk lainnya. Nilai
(value) adalah taksiran konsumen tentang kapasitas produk untuk
memuaskan kebutuhannya. Untuk dapat memenuhi kebutuhannya konsumen harus
mengorbankan sesuatu (yang dinamakan opportunity cost).
Kepuasan tercipta apabila apa yang diharapkan
oleh konsumen sesuai dengan apa yang dirasakannya (yang terjadi). Konsumen akan
merasakan puas apabila produk yang dia inginkan sesuai dengan harapannya.
Produk yang dipilih itu terkait dengan nilai yang akan dinikmatinya dan mutu
yang diberikan dari produk tersebut. Dengan demikian konsumen akan merasa
terpuaskan apabila barang tersebut memiliki nilai yang memberikan manfaat
(utility) maksimal karena terkait dari mutu produk (barang/jasa) itu.
5. PERTUKARAN,
TRANSAKSI DAN HUBUNGAN :
Untuk mendapatkan produk sebagai pemuasan
kebutuhan, manusia dapat melakukannya dengan pertukaran. Pertukaran (exchange) adalah tindakan memperoleh barang yang
dikehendaki dari seseorang dengan menawarkan suatu imbalan.
Setiap produk mempunyai
nilai yang disepakati sampai tingkat tertentu sehingga bila menginginkan suatu
barang dapat dilakukan pertukaran. Nilai yang disepakti tersebut bersifat
subjektif sehingga barang yang dipertukarkan akan masing-masing mendapatkan
manfaat yang maksimal dari nilai/guna barang tersebut.
Dalam melakukan pertukaran tersebut, yaitu
pada saat terjadi kesepakatan mengenai nilai dari produk yang akan
dipertukarkan, maka terjadilah (yang dinamakan) transaksi.
Agar terjadinya pertukaran, harus paling
tidak memenuhi kondisi-kondisi sebagai berikut :
1)
Terdapat
pihak-pihak yang berpartisipasi/terlibat (minimal 2 orang).
2)
Adanya
sesuatu (produk) yang mempunyai nilai bagi kedua belah pihak.
3)
Kedua
belah pihak dapat melakukan pertimbangan untuk menerima atau menolak.
4)
Adanya
komunikasi di antara kedua pihak.
5)
Terjadinya
transaksi/penyerahan barang.
Pemasaran hubungan (Relationship marketing) adalah praktik membangun
hubungan jangka panjang yang memuaskan pihak-pihak kunci (pelanggan, pemasok,
penyalur) guna mempertahankan preferensi dan bisnis jangka panjang”. Pemasar yang cerdik harus
berusaha untuk membangun hubungan jangka panjang yang saling percaya dan saling
menguntungkan dengan pelanggan, pemasok, penyalur/dealer mereka.
6. PASAR,
PEMASARAN dan CALON PEMBELI :
Pada
awalnya pasar diartikan sebagai tempat bertemunya para penjual dan pembeli
saling berhubungan. Namun di dalam pemasaran menjadi sekumpulan penjual
adalah industri, sedangkan sekumpulan pembeli adalah pasar, seperti pasar
kebutuhan (needs market ; pasar pencari diet), pasar produk (seperti pasar
sepatu), pasar demografis (pasar remaja), dan pasar geografis (seperti pasar
Prancis).
Pemasar
adalah
seseorang yang mencari satu atau lebih calon pembeli yang akan terlibat dalam
pertukaran nilai (value).
Calon pembeli adalah seseorang yang
diidentifikasi oleh pemasar sebagai orang yang memungkinkan bersedia dan mampu
terlibat dalam pertukaran.
Dari
konsep pasar, dapat dilihat hubungan antara penjual dan pembeli. Penjual menawarkan
barang di pasar dan mencari pembeli sedangkan pembeli mencari barang di pasar
dan mencari penjual. Dari kedua aktifitas inilah dapat dikatakan mereka
melakukan pemasaran timbal balik (reciprocal marketing).
LATIHAN :
A. Sebutkan 2 definisi dari
pemasaran menurut anda.
B. Jelaskan konsep-konsep
utama dari defini pemasaran di atas.
C. Ceritakan dan gambarkan
pengertian dari konse[p kebutuhan dan keinginan.
REFERENSI :
·
Philip
Kotler, Manajemen Pemasaran (analisis, perencanaan dan pengendalian), Erlangga,
1997
Philip
Kotler, Marketing Management, Prentice Hall, 1997
§ Phillip Kotler, Dasar-dasar Pemasaran,
Prehnhallindo, 1997